3 Cara Mengatasi Anak Menangis Saat Masuk Sekolah

Cara Mengatasi Anak Menangis Saat Masuk Sekolah
Cara Mengatasi Anak Menangis Saat Masuk Sekolah (Foto: Designed by Freepik)

Apa saja cara mengatasi anak menangis saat masuk sekolah? Hal ini seringkali menjadi keingin tahuan para orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke sekolah pertama kalinya. Mengikuti proses tumbuh kembang anak sejak mereka dilahirkan, berusia 3 tahun, 5 tahun, hingga akhirnya anak harus mulai dikenalkan dengan sekolah dan beragam hal lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya memang tidak terasa dan para orang tua pun harus mulai menambah tanggung jawab yang baru.

Penting untuk diketahui para orang tua, masa peralihan anak-anak untuk mulai bersekolah membutuhkan proses yang dapat diterima oleh anak. Banyak anak yang seringkali menangis saat hari pertama mereka masuk sekolah karena ketakutan dan kecemasan yang mereka pikirkan sendiri. Hal ini perlu diketahui setiap orang tua untuk mau mengerti dan mendalami kondisi anak mereka, mencari tahu apa yang menjadi alasan si anak menangis bahkan jika si anak menangis terus saat masuk sekolah.

Anak yang menangis di hari pertama masuk sekolah memerlukan bimbingan dan perhatian dari orang tua. Mari kita kenali alasan di balik ketakutan si anak dan temukan apa saja cara mengatasi anak menangis saat masuk sekolah pertama kalinya.

3 Cara Mengatasi Anak Menangis Saat Masuk Sekolah

  1. Anak tidak terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru. Alasan ini bisa terjadi karena si anak terbiasa menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang tuanya sendiri. Bisa jadi, si anak pun merasa tidak berani melakukan apapun jika tidak bersama orang tuanya. Saat masuk sekolah, si anak akan melihat lingkungan yang baru, teman-teman baru, dan mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya tidak pernah ia terima.
    Cara mengatasinya: Sebagai orang tua, sebaiknya anda tidak mudah marah atau memberi tuntutan kepada anak agar tidak menangis. Justru anda harus membiarkan ia melanjutkan kegiatannya, sabar, dan tetap optimis. Beri si anak pengertian bahwa ia akan bertemu dengan banyak teman seusianya yang bisa bermain bersama, dan biasakan juga si anak untuk lebih mengenal dunia luar dan melihat lebih luas lingkungan lain selain kehidupannya sehari-hari dan mengajarinya cara yang benar dan sopan saat bertemu orang baru.
  2. Anak takut merasa tidak diterima oleh teman-temannya. Hal ini dapat mengganggu pikiran dan ketenangan anak saat masuk sekolah pertama kali. Meski ada saja anak yang senang saat bertemu teman-teman baru, ada juga anak yang belum tentu mau menerima kehadiran mereka karena kekhawatiran tidak dapat diterima, disukai, dan bergabung dengan anak-anak seusianya.
    Cara mengatasinya: Jika hal ini terjadi pada anak anda, temani ia sampai ke depan kelasnya. Kenalkan si anak dengan guru yang akan mengajarinya dan sampaikan bahwa guru ini yang akan menemaninya di sekolah. Anda juga perlu untuk menyampaikan kondisi si anak kepada guru pengajar agar dapat anak dapat mengikuti kegiatan di sekolah dengan nyaman tanpa harus menangis saat ditinggal oleh orang tuanya.
  3. Anak takut mengalami kejadian buruk. Anak yang tidak terbiasa dengan lingkungan yang baru akan mudah menjadi seorang penakut dan menangis terus di sekolah. Pengenalan yang salah tentang sekolah juga dapat mempengaruhi pemikiran si anak, entah itu soal guru yang galak, teman yang jahil, dan hal lain yang membuat anak merasa tidak aman.
    Cara mengatasinya: Sebelum mulai masuk sekolah, berikan pengetahuan yang benar tentang sekolah pada anak. Hindari anak dari pembicaraan negatif yang menghambat semangatnya ke sekolah. Sebagai orang tua, anda dapat menyempatkan waktu untuk mengajaknya berkeliling sekolah dan mengenalkannya pada guru atau teman yang anda percayai akan memperlakukan anak anda dengan baik dan jelaskan pada si anak bahwa mereka adalah orang-orang baik. Anda juga bisa menenangkannya dengan berkata,”Kamu nanti pasti senang di sana, nanti kamu bisa menggambar (ganti dengan kegiatan yang disukai si anak).” Selain itu, cobalah mengajaknya membeli peralatan sekolah bersama agar ia bahagia dan tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah.

Baca juga: 6 Barang ini Bisa Bikin Anak Kembali Semangat saat Sekolah

Kini, saatnya anda membentuk pola pemikiran dalam diri anak agar berani untuk melangkah sendiri tanpa harus terus bersama dengan orang tuanya. Kelak, anda pasti mengharapkan si anak menjadi orang yang berani, sopan, dan bijaksana.

alfacart.com – belanja online jadi dekat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here