Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Alfacart.com Mengindonesiakan E-Commerce dengan O2O

Di tangan Catherine Hindra Sutjahyo, Alfcart tumbuh pesat. Dalam lima bulan, 7.000 gerai Alfcamart telah terintergrasi dengan Alfacart. Alhasil, Alfacart berhasil masuk delapan besar e-commerce versi Alexa.

“Sebelum saya memimpin Alfacart, saya merupakan salah satu pendiri Zalora dimulai dari 2012 sampai akhir 2013. Setelah itu saya sempat ke Amerika Serikat (AS) selama satu setengah tahun.  Mengapa saya  move on dari Zalora ? Karna saya inggin belajar hal yang berbeda dari e-commerce, jadilah saya berangkat ke AS untuk belajar dengan bergabung di salah satu e-commerce di sana. Boleh di bilang saya melakukan studi banding. Kemudian pada  Maret 2016, saya kembali ke Indonesia untuk  bergabung di jaringan Alfamart sebagai Chief Executive Officer (CEO) Alfaonline yang kemudian berganti nama menjadi Alfacart pada Mei 2016. Jadi,secara resmi, Alfacart ini baru berumur 5 bulan.

cath

Kami tergolong sangat baru tapi kami optimis Alfacart tidak hanya mampu bertahan, melainkan kan bertumbuh besar. Kami yakin karena kami memiliki faktor pembeda ketimbang e-commerce lain, pembeda utamanya adalah konsep kami yang O2O atau onlline to offline. Konsep ini merupakan strategi kami dalam meng-Indonesia-kan e-commerce.”

Strategi O2O Alfacart bisa dikatakan menuai hasil secara cepat sejak berdiri lima bulan yang lalu, dari 12.000 gerai Alfacart, saat ini sudah sekitar 7.000 gerai terintergarasi dengan Alfacart.

Perkembangan Alfacart, selama lima bulan sangat menggembirakan bagi Catherine. Sebab, meski Alfacart.com sangat muda ternyata mampu bersaing dengan e-commerce yang sudah hadir lebih dari dua tahun di Indonesia. Peringkatan yang dilakukan Alexa menunjukkan, saat ini Alfacart berada di posisi delapan dari 10 besar  e-commerce yang sudah hampir 2 tahun  lebih di Indonesia. Artinya sambutan masyarakat akan kehadiran e-commerce  dengan konsep  O2O  sangatlah positif.

Saat ini kategori yang dijual di Alfacart masih didominasi oleh makanan dan minuman dengan kontribusi  terhadap  pendapatan mencapai 68 %. Namun bukan berarti kami tidak melakukan diversifikasi karena produk bayi dan anak memiliki kontribusi yang cukup signifikan, mencapai 14%. Disusul dengan produk gadget dengan kontribusi 13 %. Ke depan, diferensiasi produk akan terus dihadirkan Alfacart , sekarang sepeda motor pun sudah tersedia.

Terkait cakupan wilayah hasilnya bertolak belakang dengan e-commerce lain, wilayah Jabodetabek ada di posisi kedua dan posis pertama ditempati oleh Jawa Timur dengan kontribusi  terhadap pendapatan sebesar 42 %. Kontribusi diluar Jobodetabek ini sesuai dengan visi Alfacart.com yang ingin meng-Indonesia-kan ecommerce.

Disadur dari tabloid Kontan, November 2016.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here