Alfaonline Siap Hadapi Persaingan Industri e-Commerce

Bambang Setiawan Djojo CTO e-commerce
Bambang Setiawan Djojo – CTO Alfaonline

JAKARTA – Industri e-commerce di Indonesia terus melaju pesat seiring dengan perkembangan era ekonomi digital. Sebagai perusahaan yang bergerak di industri e-commerce, Alfaonline di bawah PT Sumber Trijaya Lestari menjadikan hal ini sebagai peluang baik.

Chief of Technology Officer, Bambang Setiawan Djojo, mengatakan banyaknya perusahaan besar yang mulai bermain di e-commerce bisa menjadi tantangan bagi pelaku industri.

“Berita yang membahagiakan, bisa juga membuat khawatir. Tapi kita happy saja, karena dengan banyaknya pemain besar, perusahaan besar, berarti banyak yang mengedukasi masyarakat untuk berbelanja online. Kita lihat saja, induk perusahaan kita Alfamart, tidak takut berkompetisi dengan perusahaan minimarket lain bahkan supermarket besar. Dengan adanya pemain-pemain besar ini, kita malah bersyukurnya lagi, berarti biaya edukasi tidak hanya dilakukan oleh Alfaonline, tapi juga oleh pemain-pemain besar,” papar Bambang.

Kedua, lanjutnya, jika dilihat dari peraturan pemerintah, pemerintah sudah membuka negative list dimana investasi diatas 100 Miliar rupiah memperbolehkan pihak asing untuk masuk, walau dengan kepemilikan saham tidak boleh lebih dari 49%. “Nah ini yang menakutkan, nantinya akan banyak pemain e-commerce luar yang akan datang ke Indonesia, karena kalau 100 miliar rupiah di-convert ke dolar Amerika, itu adalah angka yang kecil sekali. Tapi bagaimanapun, kita adalah pemain lokal yang lebih tahu budaya, kegemaran masyarakat negara kita, jadi masih ada sisi positif untuk tetap optimis.,” katanya.

Ia juga memperkenalkan Jack Ma, seseorang yang inspiratif, orang terkaya 122 di China, menjadi nomor 1 dalam waktu 7 bulan karena e-commerce. Banyak pengusaha besar tertarik bermain e-commerce setelah melihat kesuksesan Jack Ma. Pasar RI diumpakan sebagai wanita cantik yang seksi. Jumlah online shopper terus naik, sehingga banyak perusahaan besar luar mau masuk, jangan sampai perusahaan lokal jadi tertinggal. Saat ini 77 persen pengguna internet sudah berminat dan percaya untuk belanja online.

“Saya ambil dari harian Bisnis Indonesia, banyak Taipan-Taipan (konglomerat Indonesia) sudah bermain e-commerce. Seperti grup Djarum, keluarga Salim yang memegang saham Rocket internet, Grup Sinarmas, Grup Lippo, Keluarga Sariaatmadja, Djoko Susanto pemilik jaringan minimarket Alfamart dengan Alfaonline dan terakhir Hari Tanu. Kita bersyukur salah satu Taipan tersebut adalah owner kita, Pak Djoko, dan beliau komitmen untuk fokus pada e-commerce,” tutupnya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here