Bersiap, Inilah Dampak Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Apa itu Revolusi Industri dan Bagaimana Dampak Revolusi Industri 4.0 di Indonesia?

Dampak Revolusi Industri 4.0 di Indonesia
Sumber: Inovasi Industri

Halooo, Alcartian!

Tahukah kamu bahwa kita sudah mulai memasuki sebuah era yang semakin berkembang dari meningkatnya kecanggihan teknologi yang mengubah beragam bentuk kehidupan manusia sehari-hari? Hal ini dinamakan revolusi industri. Revolusi sendiri artinya adalah suatu perubahan, dan perubahan yang terjadi ini bersifat cepat, besar, dan memiliki dampak bagi setiap lapisan masyarakat. Kondisi ekonomi global saat ini pun sedang berada pada puncak perubahan besar yang sebanding dengan munculnya revolusi industri pertama, kedua, dan ketiga. Sekarang, kita segera masuk ke dalam satu tahapan revolusi industri yang dinamakan Revolusi Industri 4.0.

Apa itu Revolusi Industri 4.0?

Revolusi Industri 4.0 merupakan perubahan generasi industri ke-empat yang akan menghasilkan “pabrik cerdas”. Istilah ini digunakan karena mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala (loT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Pada mulanya, pemerintah Jerman adalah yang pertama mengusung istilah Industri 4.0 untuk proyek strategis teknologi canggih dengan mengutamakan sistem komputerisasi pada semua pabrik di negeri itu.

Tahapan Perkembangan Revolusi Industri

Seperti yang sudah dibahas di atas, Revolusi Industri 4.0 tidak akan ada sebelum terciptanya generasi revolusi industri sebelumnya. Mau tahu apa saja dan bagaimana tahapan revolusi industri yang sudah terjadi? Simak penjelasan berikut.

tahapan revolusi industri

  • Pada tahun 1750-1830, awal mulai terjadinya revolusi industri pertama. Saat itu, mulai ditemukan adanya mesin uap dan kereta api. Penggunaan mesin uap di sini bertujuan untuk meningkatkan mekanisasi sistem produksi yang bermaksud menggunakan tenaga mesin dan sarana-sarana teknik lainnya untuk menggunakan tenaga manusia dan hewan dalam proses produksi.
  • Pada tahun 1870-1900, revolusi industri kedua pun muncul. Hal ini ditandai dengan penemuan listrik, alat komunikasi, bahan-bahan kimia, dan minyak. Revolusi industri pada tahap ini dapat digunakan untuk melaksanakan konsep produksi massal.
  • Pada tahun 1960-sekarang, kita sudah melalui revolusi industri ketiga. Hal ini ditandai dengan penemuan komputer, internet, dan telepon genggam. Revolusi industri ketiga ini dapat digunakan untuk otomatisasi proses produksi dalam kegiatan industri.

Dampak Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Teknologi yang berubah, pola kehidupan manusia pun pasti ikut berubah. Melalui perkembangan teknologi revolusi industri 4.0 ini, kita akan melihat dan merasakan suatu era baru yang terdiri atas tiga ilmu, yaitu fisika, digital, dan biologi. Revolusi industri ini sebetulnya juga masih bertopang dengan revolusi industri ketiga.

Sumber: Gatra

Dengan komposisi ini, maka revolusi industri 4.0 mempunyai potensi memberdayakan individu dan masyarakat, karena revolusi industri fase ini dapat menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengembangan diri pribadi. Tetapi revolusi industri 4.0 juga bisa menyebabkan peminggiran beberapa kelompok dan ini dapat memperburuk kepentingan sosial, juga dapat menciptakan risiko keamanan dan dapat pula merusak hubungan antarmanusia. Untuk lebih jelasnya, berikut dampak revolusi industri 4.0 di Indonesia, diantaranya:

  • Inovasi dapat dikembangkan dan menyebar jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Dengan kecepatan ini terjadi terobosan baru pada era sekarang, pada skala eksponensial, bukan pada skala linear.
  • Penurunan biaya produksi yang marginal dan munculnya platform yang dapat menyatukan dan mengonsentrasikan beberapa bidang keilmuan yang terbukti meningkatkan output pekerjaan. Transformasi dapat menyebabkan perubahan pada seluruh sistem produksi, manajemen, dan tata kelola sebuah lembaga.
  • Perbaikan kualitas hidup, yang mana terjadinya kenaikan rata-rata pendapatan per kapita di dunia, memperbaiki kualitas hidup, dan bahkan memperpanjang usia manusia (meningkatnya usia harapan hidup).

Saat ini pun, perkembangan teknologi begitu menyentuh ranah pribadi, belanja online, pengatur kesehatan, pola diet, olahraga, mengelola investasi, mengatur keuangan melalui mobile banking, memesan kendaraan online, pesan makanan di restoran, beli tiket pesawat, main game, menonton film terbaru, dan sebagainya. Semuanya dapat dilakukan hanya melalui satu perangkat teknologi saja, karena datanya sudah disimpan di internet.

Baca juga: Belanja Bulanan pakai Cicilan Tanpa Kartu Kredit di Alfacart.com

alfacart.com – belanja online jadi dekat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here