Diskusi Panel e2eCommerce dari Alfacart.com, JD.id, dan Blanja.com

Besarnya potensi pasar eCommerce di Indonesia menarik perhatian dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Semakin ramainya para pemain di dunia eCommerce Indonesia diharapkan dapat menumbuhkan pasar eCommerce yang belum sampai 1% dibanding total belanja ritel di Indonesia.

Alfacart.com, JD.id, Blanja.com di e2eCommerce Indonesia

Jumlah pemain eCommerce yang tumbuh semakin banyak membawa iklim yang sangat baik karena mereka dapat sama-sama mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai mudah dan nyamannya berbelanja atau berjualan online, tidak hanya saling memanjakan konsumen dengan promosi-promosi fantastis. Hal ini juga yang diungkapkan oleh Haryo Suryo Putro, CMO & COO Alfacart.com dalam diskusi panel e2eCommerce. Jakarta, 3 November 2016.

“Bagi Alfacart saling memberikan harga terbaik untuk konsumen, kami gunakan sebagai pintu pembuka saja bagi konsumen. Kita juga harus bermain sehat dan ingin bisnis ini menjadi panjang, dan tidak melupakan untuk mengedukasi konsumen dengan cara yang benar. Pada dasarnya konsumen Indonesia sudah pintar, mereka tidak lagi hanya lihat mana yang jual paling murah, tapi melihat mana yang paling dipercaya, mana paling pelayannya paling bagus, paling banyak memudahkan.  Itu mengapa Alfacart selalu mengembangankan dan berinovasi dalam pelayanan kami agar konsumen selalu dimudahkan dan merasa nyaman berbelanja di Alfacart.”

Haryo Suryo Putro di e2ecommercePada diskusi itu pula hadir juga Chul Lim, Head Marketing JD.id dan Faiz D. Fahrijal, Head Marketing Blanja.com, sebagai panelis.

Haryo juga menyampaikan salah satu solusi yang Alfacart.com agar terlihat berbeda dan menarik bagi konsumen, salah satunya adalah waktu  pengiriman yang bisa dipilih oleh konsumen. Pada hari apa dan jam berapa pesanan ingin diantar atau bisa pilih mengambil sendiri pesanan di Pick Up Point Alfacart, di lebih dari 8.000 toko Alfamart se-Indonesia.

Topik yang juga muncul dalam diskusi tersebut adalah akan hadirnya raksasa eCommerce dari Amerika Serikat, yaitu Amazon.com. Menjawab  hal tersebut para panelis dengan santai dan menyambut dengan baik siapapun eCommerce yang akan datang ke Indonesia. Mereka sepakat bahwa dengan masuknya para pemain besar dari luar, maka semakin ramai yang akan mengedukasi masyarakat, sehingga pasar bisa semakin berkembang dan akan semakin banyak investor yang mau masuk ke Indonesia. “Tidak perlu gentar, kita pemain dari dalam negeri, ini negara kita, kita yang lebih tahu pasar kita seperti apa, tau kebutuhan konsumen kita apa, kita yang tahu  apa yang konsumen mau,” tutup Haryo.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here