Mengenal Lebih Dalam Tradisi Sungkem saat Lebaran

Mengenal lebih dalam tradisi sungkem saat lebaran!

Mengenal lebih dalam tradisi sungkem saat lebaran
Sumber: http://www.blogkmp.net/2017/06/teks-kalimat-sungkeman-lebaran-bahasa.html

Tanpa terasa kita sudah hampir sampai di penghujung bulan Ramadhan. Usai menjalani ibadah puasa selama sebulan, kini saatnya merayakan hari kemenangan. Perayaan Hari Lebaran di Indonesia beragam lho. Tapi kebanyakan dari kita pasti menyisipkan tradisi sungkeman saat lebaran. Tapi, Alcartian tau nggak sih asal muasal tradisi sungkem ini? Yuk kita mengenal lebih dalam tradisi sungkem saat lebaran.

  1. Berasal dari Kota Solo
Tradisi Sungkem berasal dari Kota Solo
Sumber: http://pariwisatasolo.surakarta.go.id/wisata/puro-mangkunegaran

Sungkeman massal pertama kali dilakukan di zaman KGPAA Sri Mangkunegara I. Pada masa itu usai menjalani shalat Ied, mereka saling bermaaf-maafan sambil memberi nasihat satu sama lainnya. Sejak saat ini, beberapa acara seperti perayaan, perpisahan, dan lebaran turut diikuti dengan tradisi sungkem.

  1. Salah satu Budaya Jawa
Tradisi sungkem berasal dari adat Jawa
Sumber: https://travel.tempo.co/read/503366/ngabekten-tak-semua-kerabat-sungkem-sultan

Dalam budaya Jawa sungkem memiliki 2 makna, yaitu sebagai lambang penghormatan ke yang lebih tua dan sebagai permohonan maaf. Itulah sebabnya saat lebaran lazimnya sungkeman dilakukan dengan posisi orangtua duduk, kemudian anak-anak secara berurutan mulai dari yang paling tua mengantri untuk bersimpuh di depan orangtua.

  1. Sebagai bentuk ‘penyerahan diri’
Sungkem sebagai bentuk ‘penyerahan diri’
Sumber: http://bogor.tribunnews.com/2016/07/03/ini-asal-usul-kalimat-minal-aidin-wal-faidzin-ternyata-berasal-dari-seorang-penyair-arab

Penyerahan diri di sini bukan berarti bentuk penyembahan ke sesama manusia. Melainkan, bentuk melatih diri untuk rendah diri dan mengakui kesalahan yang telah diperbuat. Pengakuan ini dilakukan dari orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua.

  1. Sebagai Ucapan Terima Kasih
Sungkem sebagai Ucapan Terima Kasih
Sumber: https://fotoweddingbandung.blogspot.com/2015/11/8-fakta-keren-suku-jawa.html

Tak hanya untuk momen lebaran, nyatanya tradisi sungkem juga ada lho di ritual pernikahan adat Jawa. Tradisi sungkem di pernikahan ini memiliki makna ungkapan terima kasih dan rasa syukur kita kepada orangtua.

  1. Hanya ada di Indonesia & Turki
Tradisi Sungkem di Indonesia & Turki
Sumber: https://www.dream.co.id/jejak/begini-cara-masyarakat-turki-rayakan-idul-fitri-150713n.html

Tradisi sungkem saat lebaran ternyata hanya ada di Indonesia dan Turki lho. Sungkem di kedua negara ini sama-sama memiliki makna sebagai permohonan maaf. Jika di Indonesia usai melakukan sungkem biasanya ada acara bagi-bagi uang atau Tunjangan Hari Raya (THR), di Turki usai sungkeman, para orangtua berbagi permen atau makanan manis kepada anak.

Nah, itu tadi beberapa fakta mengenai tradisi sungkem saat lebaran. Sudah siap untuk melakukan sungkem di Hari Raya?

yuk dapatkan promo spesial LEBARAN, DISKON HINGGA 80% DI ALFACART.COM!

Cek Disini

Baca juga: Cara Membuat Anyaman Ketupat untuk Makanan Lebaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here