Heboh Soal Penyakit Kulit Urtikaria V BTS, Kenali Apa Penyebab & Pengobatannya!

Para ARMY, Sebutan Fandom Boyband Korea BTS, Digemparkan Soal Penyakit Kulit Urtikaria (Biduran) Yang Dialami V BTS. Cari Tahu Penyebab & Cara Mengatasinya!

Penyakit Kulit Urtikaria V BTS
photo: elsetge.cat

Akhir-akhir ini sekumpulan ARMY, sebutan untuk para pencinta boyband Korea BTS (Beyond The Scene), tengah dihebohkan dengan suatu jenis penyakit kulit urtikaria kolinergik yang dialami oleh idola mereka yaitu V BTS. Kim Taehyung atau yang lebih dikenal dengan panggilan V BTS ini mengaku di depan publik akan permasalahan kesehatan yang mengganggu kenyamanan kulitnya. Dikarenakan penyakit Urtikaria yang dialaminya, artis Korea yang tengah naik daun ini kerap kali merasa gatal-gatal dan timbulnya ruam pada kulit.

Bahayakah Penyakit Kulit Urtikaria Kolinergik Yang Dialami V BTS?

Dilansir dari Soompi, kala itu V BTS sempat memberitahukan gejala dari penyakitnya. Ia menuliskan komentarnya, “Nggak, aku lagi mengalami alergi kolinergik. Aku gatal-gatal.” Pernyataannya tersebut pun membuat banyak penggemarnya mulai mencari informasi seputar penyakit yang menyerang kesehatan kulit tersebut. Apakah urtikaria kolinergik berbahaya dan menular? Yuk, cari tahu penyebab dan pengobatan urtikaria di bawah ini.

Mengenal Urtikaria Kolinergik

Urtikaria Kolinergik merupakan suatu kondisi di mana kulit memiliki ruam yang menonjol disertai rasa gatal, dapat muncul di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih besar. Urtikaria juga dikenal dengan istilah lain biduran, hives, atau kaligata. Kondisi seperti ini bukanlah suatu penyakit yang membahayakan, hanya saja orang yang mengalami urtikaria merasa tidak nyaman saat tidur di malam hari atau sepanjang hari karena sensasi gatal yang muncul.

Penyakit ini cenderung menyerang orang dewasa dibandingkan anak-anak. Meski begitu, urtikaria atau biduran pada kulit ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor resiko. Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya urtikaria pada seseorang?

Cari Tahu Penyebab Terjadinya Urtikaria (Biduran)

Kulit yang meruam merah ini kerap kali dipicu oleh allergen, sesuatu yang menghasilkan reaksi alergi. Dikarenakan dapat memberikan sensasi gatal, pasien tidak boleh menggaruk karena dapat mengakibatkan melebarnya ruam dan infeksi.

Adapun berbagai penyebab lainnya yang dapat menjadi penyebab terjadinya urtikaria (biduran), diantaranya:

  1. Alergi makanan

Biduran dapat disebabkan oleh alergi makanan maupun minuman tertentu, misalnya telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri. Bentol merah akibat biduran dapat muncul sesaat setelah seseorang makan makanan pemicu alergi, namun ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala. Selain itu, biduran juga dapat dipicu oleh beberapa bahan makanan tambahan, termasuk pewarna buatan dan pengawet.

2. Udara luar

Orang yang mengalami biduran karena udara luar biasanya dikarenakan oleh paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang yang tidak sesuai dengan suhu tubuhnya. Hal ini bukan berarti kamu sensitif terhadap udara luar, namun lebih kepada kondisi kulit yang sangat sensitif dengan berbagai cuaca di luar ruangan.

3. Penyakit tertentu

Hal ini dapat menyerang pasien yang mengalami penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama memiliki gejala gatal-gatal mirip biduran. Namun, jenis biduran atau urtikarianya tergolong kronis sehingga dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan.

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50% kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Penyakit tiroid merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita urtikaria kronis, selanjutnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes tipe 1.

4. Berkeringat

Keringat pada dasarnya tidak menyebabkan gatal-gatal. Akan tetapi, tubuh yang berkeringat menandakan tubuh sedang mengalami kenaikan suhu. Bagi beberapa orang, kenaikan suhu tubuh baik karena olahraga maupun mandi air panas – ini dapat memicu timbulnya gatal-gatal.

5. Alergi tungau debu rumah

Tumpukkan debu yang terkumpul di sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi kutu mikroskopik ini. Hal ini dapat menyebabkan tungau bertumbuh dan menjadi penyebab biduran karena hidup di sel-sel kulit mati yang kamu lepaskan setiap hari. Maka dari itu, salah satu area favorit mereka adalah kasur, sprei, sela-sela jahitan pinggir kasur, bantal, bahkan di koleksi boneka.

6. Stres

Tidak hanya menyebabkan biduran, stres selalu dapat menjadi pemicu terjadinya berbagai penyakit. Stres berlebihan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terkena masalah kulit yaitu biduran.

Bagaimana Cara Pengobatan Urtikaria Yang Benar?

Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat alergi antihistamin terlebih dulu pada pasien. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antihistamin seperti Loratadine (Claritin), Cetirizine (Zyrtec), Fexofenadine (Allegra), dan Desloratadine (Clarinex).

Jika dengan menggunakan keempat obat tersebut masih belum berhasil, pasien akan diberikan lotion calamine, obat antiradang, antidepresan, dan Omalizumab (Xolair) menyesuaikan penyebab serta kondisi pasien.

Ada juga metode pengobatan urtikaria di rumah yaitu dengan mengompres dingin untuk meredakan iritasi dan rasa gatal, menghindari produk yang dapat menyebabkan iritasi atau alergi, dan kenakan pakaian yang longgar. Hindari juga untuk mandi menggunaan produk sabun yang keras.

Baca juga: 5 Potret Lucu Anak Artis yang Bikin Gemas!

alfacart.com – belanja online jadi dekat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here